Kamis, 30 Desember 2010

REVITALISASI ORNAMEN BATAK TOBA

DISKRIPSI DESAIN PEMBUATAN SOUVENIR
 JAM DINDING

A.     SITUATION  ( LATAR BELAKANG )

            Ragam hias Batak Toba merupakan salah satu kekayaan ornamen nusantara hasil karya para pendahulu yang sangat indah dan menarik, pengaruh era globalisasi  mengakibatkan keberadaan ragam hias ini semangkin terlupakan oleh generasi muda khususnya, dan sudah banyak rumah tradisional Batak Toba yang rusak dan tidak terawat dengan baik karena mahalnya biaya perawatannya atau juga sudah langka tukang yang dapat mengukir ragam hias rumah tradisional tersebut , sebab kurangnya minat generasi muda untuk mempelajarinya.
 Pelestarian dan revitalisasi ragam hias Batak Toba sangat memungkinkan agar tidak terlupakan atau lenyap dari bumi nusantara ini , perlu adanya ide  dan kreatifitas pemecahannya, khususnya ragam hias pada rumah tradisional Batak Toba , agar ragam hias tidak hanya sebagai hiasan saja harus ada nilai fungsionalnya   mewujudkannya dalam berbagai media fungsional dan bernilai 
seni  yang dapat menyelaraskan antara bentuk ragam hias dengan  indah nilai pakainya.

Salah satu betuk yang memungkinkan untuk diwujudkan adalah bentuk miniatur Rumah adat Batak Toba yang berfungsi sebagai penunjuk waktu atau jam dinding yang menyatu dalam satu bentuk yang unik dan indah

B.  DESIGN BRIEF  ( IDENTIFIKASI )
            Merancang sebuah miniatur rumah adat  Batak Toba dan jam yang baru dan inovatif  yang dapat memberikan daya tarik bagi konsumen , relatif harus mempunyai nilai tambah dan nilai lebih dari produk yang sudah beredar dipasaran sehingga  memberi ide disain produk kriya yang terbaru untuk saat ini .
Visualisasi ide disain kria dalam bentuk miniatur rumah adat Batak Toba terbuat dari bahan kayu, dengan menampilkan ornamen –ornamen etnik tradisional dapat menampilkan bentuk antik dan unik .
            Revitalisasi motif- motif ornamen  tradisional perlu dilakukan untuk menggali hasil kebudayaan nenek moyang yang relatif sudah langka, dalam disain jam dan miniatur rumah adat  ini dibentuk sedemikian rupa sehingga wadah yang antik dan unik tersebut dapat berfungsi  untuk penunjuk waktu sekaligus dapat menghias ruangan  dengan menampilkan ragam hias Batak Toba pada konsumen 



C. INVESTIGATION  ( PENGUMPULAN DATA )

Miniatur rumah adat Batak Toba dan Jam dinding dalam  bentuk bahagian depan dasar rumah adat Batak yang kaya akan ornamen atau dalam bahasa masyarakat setempat disebut Gorga
Perwujudan bentuk rumah adat Batak sebagai tempat tingggal  yang dibuat oleh para pendahulu di daerah Toba Samosir dahulunya Tapnuli utara menjadi sumber ide untuk memvisualisasikannya  kedalam satu karya dengan memodifikasi bentuk rumah adat Batak ,yang terbuat dari kayu  berukuran relatif besar,  merupakan rumah panggung dan bertangga yang di bagian bawah rumah biasa sebagai tempat ternak, bagian luar atas biasa untuk bermain gondang,  dinding depan rumah ini penuh dengan hiasan gorga yang sarat dengan makna simbolik bagi masyarakatnya , seperti : ornamen /Gorga Singasinga simbolik dari hukum, kebenaran dan kewibawaan, Ornamen Gorga Boraspati ( semacam Cicak ) simbolik dari pelindung harta kekayaan dan mengharapkan jadinya berlipat ganda, Ornamen Gorga Susu simbolik dari kemakmuran , kesuburan dan kekayaan, berbagai bentuk dan memiliki ciri khas dengan warna merah, hitam, putih .




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar